This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 09 Januari 2016

Psikologi Manajemen : Kepemimpinan dalam Manajemen

KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN




Disusun Oleh
Kelompok 3:
Ainul Mardzia R (10513490)
Amalia Domas P S(10513755)
Gea Yassenia (13513665)
Irfan Azhar (14513473)
Shelly (18513435)
Tendy Aditya N (18513845)
Joshua Rulianto (19513515)

UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2015








BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang

        Perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, menuntut setiap organisasi untuk bersikap lebih agar mampu bertahan dan terus berkembang. Untuk mendukung perubahan organisasi maka diperlukan adanya perubahan individu yang tentulah tidak mudah. Pemimpin adalah sebagai panutan dalam organisasi, sehingga perubahan organisasi harus dimulai dari tingkat yang paling atas. Maka dari itu pemimpin membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi motivator yang mendorong perubahan organisasi.
        Seperti  yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, seseorang tidak akan menjadi pemimpin.
        Untuk lebih jelasnya dapat didefinisikan bahwa pemimpin adalah seorang yang mendapatkan amanah serta memiliki sifat, sikap dan gaya yang baik untuk mengatur dan mengurus orang lain. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompoknya.
        Teori kepemimpinan yang menjadi dasar megapa seseorang diangkat menjadi seorang pemimpin antara lain yaitu pertama karena sifatnya yang identik dengan karakteristik khas seperti fisik, intelegensi, kepribadian dan karakter fisik. Kedua, karena kepribadian pelaku. Dan ketiga, karna situasi. Pemimpin memahami betul sifat bawahannya. Ada beberapa gaya kepemimpinan :
1.    Otokratis
Menggunakan metode pendekatan kekuasaan daam mencapai keputusan dan pengembangan strukrur.


2.    Demokrasi
Cenderung bermoral tinggi dan berkerjasama, mengutamakan mutu kerja dan mengarahkan diri sendiri.
3.    Kendali bebas
Pemimipin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi      bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif

2. RUMUSAN MASALAH
a.    Bagaimana menjadi pemimpin ?
b.    Bagaimanakah proses kepemimpinan itu ?
c.    Apa saja yang harus di perhatikan dalam ruang lingkup kepemimpinan ?
d.    Bagaimana konsep dasar kepemimpinan ?
e.    Apa saja gaya kepemimpinan ?
f.     Hakekat pemimpin dalam mengambil keputusan
g.    Peran kepemimpinan terhadap lingkungan ?

3. TUJUAN
a.     Untuk mengetahui peran kepemimpinan
b.     Untuk mengetahui hakekat kepemimpinan dalam mengambil keputusan
c.      Membahas tentang seorang pemimpin yang sesuai dengan karakternya
d.      Pengaruh pemimpin terhadap lingkungan
e.      Untuk mengetahui konsep dasar kepemimpinan







BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen
     Sebelum membahas tentang manajemen kepemimpinan, telebih dahulu saya akan memaparkan tentang pengertian manajemen dan fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah suatu kegiatan yang memiliki target dan tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan serta perorganisasian dalam mencapai tujuan tersebut. Kata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno management , yang memiliki arti ‘seni melaksanakand  mengatur.manajemen belum memeliki arti yang diterima secara universal. Menurut para ahli pengertian manajemen adalah sebagai berikut ;
1.      Mary Parker Foller
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui cara orang lain artinya manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mecapai tujuan organisasi.
2.      Ricky W. Griffin
Sebuah proses perencanaan, perorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.
3.      Prof. Eji Ogawa
Perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk sistem pembuatan barang yang dilakukan oleh  organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sarana-sarana untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

B. Fungsi Manajemen
1.      Perencanaan
Proses yang menyangkut upaya yang mengembangkan aktivitas kerja organisasi untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa yang akan datang dan penentuan strategi yang tepat guna tercapainya tujuan organisasi.



2.      Pengorganisasian
Proses yang menyangkut bagaimana strategi yang telah dirumuskan dalam perencanaan dan dibuat dalam sebuah struktur organisasi yan tepat dan tanggu, system dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
3.      Pengarahan
Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh semua pihak dalam organisasi seta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalakan tanggung jawabnya dengan penuh produktifitas yang tinggi.
4.      Pengendalian dan pengawasan
Proses yang dilakukan untuk memastikan semua aktivitas organisasi berjalan sesuai  tujuan dan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.

C. Landasan Teori Kepemimpinan
Menurut sejarah, masa ‘Kepemimpinan’ muncul pada abad ke-18. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. Kepemimpinan berarti juga kemampuan dan keterampilan seseotang yang menduduki jabatan sebagai pemimpin satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif  ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.
Beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli :
·      Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961,24).
·      Kepemimpinan adalah sikap pribadi yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel and Coons 1957,7)
·      Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauchdan Behling 1984, 46)
·      Kepemimpinan adalah kemampuan seni untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menataati salah satu keinginannya.
·      Kepemimpinan adalah suatu proses  yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs dan Jaques 1990,281)

Menurut James. AF Stoner, tugas utama seorang pemimpin adalah :
·  Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja, dengan orang lain, salah satu dengan atasannya,  staff atau atasan lain dalam organisasi sebaik diluar organisasi.
·  Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk menyusun tugas, menjalankan tugas, menjadikan evaluasi untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab atas kesuksesan staffnya tanpa kegagalan.
·  Seorang pemimpin harus bisa menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Pemimpin harus bisa mengatur waktu dan menyelesaikan masalah secara efektif.
·  Seorang pemimin harus berfikir analitis dan konseptual agar dapat mengidetifikasi masalah dengan akurat.
·  Seorang pemimpin harus menjaadi mediator (penengah).
·  Seorang pemimpin harus mampu mengaajak dan melakukan kompromiSeorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994: 33)
Pemimpin dalam pengertian ialah seseorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan ekseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.


Menurut Henry Mintzberg, Peran pemimpin adalah :
1.   Peran hubungan antar perorangan, fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, paltih, direktur, mentor konsultasi.
2.    Fungsi peran informal sebagai mentor, penyebar informasi dan juru bicara.
3.   Peran pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi dan negosiator.

D. Pandangan Kepemimpinan
Beberapa pandangan seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya :
1.  Seorang yang belajar seumur hidup tidak hanya pada pendidikan formal tapi juga belajar pada dunia luar, melalui membaca, mendengarkan, observasi maupun dari pengalaman pribadi baik yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2.  Seorang pemimpin tidak hanya dilayani tetapi juga melayani. Pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3.  Seorang pemimpin mampu memberi energi positif karena setiap orang punya energi dan semangat. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dengan keadaan yang tidak di tentukan. Oleh karna itu seorang pemimpin harus menunjukan energi yang positif.
4. Seorang pemimpin harus mampu mempercayai bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik.
5. Keseimbangan dalam kehidupan seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berpegang kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri .
6.  Melihat kehidupan sebagai tantangan yang berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya.
7.  Seorang pemimpin harus bersinergis dengan atasan, bawahan, teman kerjanya. Seorang pemimpin mampu mengatasi kelemahan diri yang mereka miliki, agar  orang lain tidak mengetahui bahwa dirinya lemah.
8.  Latihan mengembangkan diri sendiri. Seorang pemimpin harus dapet memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang semakin hari semakin meningkat kepada puncak dalam pengembangan diri

E. Teori Kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
1. Teori Kepemimpinan Sifat
Kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal “The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain: sifat fisik, mental dan kepribadian.
4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain:
a)   Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi diatas kecerdasan rata-rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
b)   Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
c)    Motivasi diri dan dorongan berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.

d)   Sikap hubungan kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal, yaitu:
Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
3. Teori kewibawaan pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
4. Teori kepemimpinan situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
5. Teori kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.




F. TUJUAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan mempunyai penekanan yang sama yaitu arah dan tujuan bagi organisasi. Kepemimpinan lebih banyak berfokus menciptakan visi ke depan bagi organisasi dan mengembangkan strategi jauh ke depan tentang perubahan-perubahan yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut bagi organisasi. Kepemimpinan lebih banyak memandang pada horizon yang luas (keeping eye on the horizon) dan menekankan hasil-hasil jangka panjang (long term result).
Tujuan kepemimpinan meliputi tujuan organisasi, tujuan kelompok, tujuan pribadi
anggota kelompok, dan tujuan pribadi pemimpin :

1. Tujuan organisasi 
Dimaksudkan untuk memajukan organisasi yang bersangkutan dan menghindari diri dari maksud-maksud yang irasional organisasi yang ada.
2. Tujuan kelompok 
Dimaksudkan untuk menanamkan tujuan kelompok pada masing-masing anggota sehingga tujuan kelompok dapat segera tercapai.
3. Tujuan pribadi anggota kelompok 
Maksudnya untuk memberi pengajaran, pelatihan, penyuluhan, konsultasi bagi tiap anggota kelompok sehingga anggota kelompok dapat mengembangkan pribadinya.
4. Tujuan pribadi pemimpin 
Maksudnya untuk memberi kesempatan pada pimpinan berkembang dalam tugasnya, seperti mempengaruhi, memberi nasehat, dan sebagainya.









G. Tipe dan Gaya Kepemimpinan
Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:
1. Tipe Kharismatik
Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya  timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.
2. Tipe Paternalistik
a. Menganggap bawahannya belum dewasa
b. bersikap terlalu melindungi
c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
d. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
3. Tipe Otoriter
Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b. Pemimpin bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
4. Tipe Militeristik
Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:
a. menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
b. lebih banyak menggunakan system perintah
c. menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
d. Formalitas yang berlebih-lebihan
e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
f. Sifat komunikasi hanya sepihak
5. Tipe Demokrasi
Tipe demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,, pembuatan rencana keputusan, disiplin.

H. Peran Kepemimpinan
1.   Peranan Pemimpin dalam Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruj bagi organisasi yang dijalani dan bagi dirinya sendiri selaku penanggung jawab untuk tercapainya tujuan organisasi tersebut.
Manfaat pemimpin dalam fungsi perencanaan adalah :
a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dalam pekerjaan untuk memutuskan apa yang akan di lakukan.
b. Perencanaan berari pemikiran jauh ke depan serta adanya keputusan-keputusan yang berdasarkan atas fakta yang diketahui.
c. perencanaan berarti penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dengan tujuan yang terapai.
Perencanaan meliputi dua hal yaitu perencanaan yang tertulis maupun tidak tertulis. Perencanaan yang tidak tertulis digunakan dalam waktu jangka pendek,pada keadaan yang darurat atau kegiatan yang terus menerus. Sedangkan perencanaan tertulis digunakan untuk mennetukan kegiatan-kegiatan yang akan dilalkukan dasar jaangka waktu yang cukup lama menggunakan prosedur-prosedur yang diperlukan.
Setiap perencanaan yang baik berisi maksud dan tujuan yang dapat dipahami dan cara atau prosedur untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Peranan Pemimpin dalam Memandang Ke Depan
            Seorang pemimpin yang sering dan senantiasa memandang kedepan berarti akan mampu membaw dan mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga. Hal ini dapat memberikan jaminan bahwa jalannya proses yang dituju akan berlangsung terus menerus yanpa hambatan dan penyimpangan yang merugikan.



3. Peranan Pemimpin sebagai Pengawasan
Seorang pemimpin harus senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan-hambatandapat segera diatasi sehingga kegiatan kembali berlangsung seperti biasanya.
4. Peranan Pemimpin dalam Mengambil Keputusan
   Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah. Oleh karena itu banyak pemimpin yang ragu dan menunda dalam pengambilan keputusan. Metode pengambilan kepuusan dapat dilakukan secaa individu, kelompok, tim, komisi dan sebagainya. Untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya, melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:
1. Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif
2. Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajermemperoleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya
3. Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk mengatasi masalah.

Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses dan gaya pengambilan keputusan.
Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:
1.    Identifikasi masalah
2.    Mendefinisikan masalah
3.    Memformulasikan dan mengembangkan alternative
4.    Implementasi keputusan
5.    Evaluasi keputusan

I. Syarat dan Ciri-Ciri Kepemimpinan
Syarat-syarat Kepemimpinan
Ada tiga hal penting dalam konsepsi kepemimpinan antara lain:
1. Kekuasaan
Kekuasaaan adalah otorisasi dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu dalam rangka penyelesaian tugas tertentu.
2. Kewibawaan
Kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan, keutamaan sehingga pemimpin mampu mengatur orang lain dan patuh padanya.
3. Kemampuan
Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan secara teknis maupun social, yang melebihi dari anggota biasa.
Sementara itu Stodgill yang dikutip James A. Lee menyatakan pemimpin itu harus mempunyai kelebihan sebagai persyaratan, antara lain:
1. Kepastian, kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara, kemampuan menilai.
2. Prestasi, gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu.
3. Tangggung jawab, berani, tekun, mandiri, kreatif, ulet, percaya diri, agresif.
4. Partisipasi aktif, memiliki stabilitas tinmggi, kooperatif, mampu bergaul.
5. Status, kedudukan social ekonomi cukup tinggidan tenar.

Ciri-ciri Kepemimpinan Yang Baik
WA. Gerungan menjelaskan bahwa seorang pemimpin paling tidak harus memiliki tiga ciri, yaitu:
1. Penglihatan Sosial
Artinya suatu kemampuan untuk melihat dan mengerti gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat sehari-hari.




2. Kecakapan Berfikir Abstrak
Dalam arti seorang pemimpin harus mempunyai otak yang cerdas, intelegensi yang tingggi. Jadi seorang pemimpin harus dapat menganalisa dan mumutuskan adanya gejala yang terjadi dalam kelompoknya, sehingga bermanfaat dalam tujuan organisasi.
3. Keseimbangan Emosi
Orang yang mudah naik darah, membuat ribut menandakan emosinya belum mantap dan tidak memililki keseimbangan emosi. Orang yang demikian tidak bisa jadi pemimpin sebab seorang pemimpin harus mampu membuat suasana tenang dan senang. Maka seorang pemimpin harus mempunyai keseimbangan emosi.
Ada beberapa Hal yang perlu diperhatikan agar kepemimpinan dapat berperan dengan baik, antara lain :
1.   Yang menjadi dasar utama dalam kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukannya,melainkan penerimaan orang lain pada kepemimpinan yang bersangkutan
2.   Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang
3.   Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk membaca situasi
4.   Perilaku seseorang tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui pertumbuhan dan perkembangan
5.   Kehidupan organisasi yang dinamis dan serasi dapat tercipta biila setiap anggota mau menyesuaikan cara berfikir dan bertindaknya untuk mencapai tujuan organisasi.







BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan

     Untuk Menerapkan manajemen dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. Manajemen juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini bisa ditingkatkan. Untuk tumanajemen memerlukan kepemimpinan yang khusus agar organisasi berjalan dan berkelanjutan.
Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki kepribadian, pengetahuan, spiritual, skill atau kemampuan, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari esensi atau hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana.

B. KRITIK DAN SARAN
            Hendaknya Pembaca jika menjadi seorang pemimpin yang berintegritas tinggi dan dapat mengambil keputusn yang tepat dan menerapka gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dengan berbagai pertimbangan yang telah diperhitungkan secara matang.
            Mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh saya, tentunya masih banyak kekurangan. Saya harap para pembaca memberkikan kritik dan saran  kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan pembuatan makalah makalah berikutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Mujiono, Imam. 2002. Kepemimpinan dan Keorganisasian. Yogyakarta: UII Press
Rivai, Veithzal, 2007. Kepemimpinan dan perilaku, Jakarta
Irfandi Rahman, teori kepemimpinan dalam manajemen.
http://www.tugasku4u.com/2013/06/ teorikepemimpinanmanajemen
Purwanto, yadi, 2001, makalah manjemen PT Cendekia Informatika, Jakarta
James K Van Fleer, 1973, 22 manajemen kepemimpinan, Jakarta Timur:Mitra Usaha


Rabu, 01 Juli 2015

Fenomena Regresi Pada Penderita Paranoid

FENOMENA REGRESI PADA PENDERITA PARANOID
(Analisis Kasus “A”)
disusun oleh:
Ainul Mardzia (10513490)
2PA07

UNIVERSITAS GUNADARMA
2015




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Setiap orang pasti memiliki masa lalu, baik masa lalu yang menyenangkan maupun masa lalu yang menyedihkan. Biasanya pengalaman yang menyenangkan akan menjadi kenangan indah dalam hidup seseorang, setiap kali mengingat kenangan tersebut akan menciptakan suasana hati yang gembira. Namun sebaliknya, pengalaman yang menyedihkan akan menjadi sebuah tamparan di hidup seseorang.
 Biasanya pengalaman buruk akan lebih diingat olah seseorang, dan bisa juga menyebabkan traumatis. Tak jarang ada orang yang ingin meluapkan rasa sedihnya dengan cara menyakiti orang lain atau membuat orang lain merasakan apa yang ia rasakan.
 Dalam kasus ini yang akan dibahas penulis adalah kasus seseorang berinisial “A” yang mengalami fenomena regresi pada penderita paranoid. Penderita mengalami reaksi seperti mengompol, kecemasan dan sebagainya.


BAB II
Landasan Teori

1. Teori Psikoanalisis
Sigmund Freud mengemukakan bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious).
a)   Sadar (Conscious)
Tingkat kesadaran yang berisi semua hal yang kita cermati pada saat tertentu.Menurut Freud, hanya sebagian kecil saja dari kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan dan ingatan) yang masuk kekesadaran (consciousness). Isi daerah sadar itu merupakan hasil proses penyaringan yang diatur oleh stimulus atau cue-eksternal. Isi-isi kesadaran itu hanya bertahan dalam waktu yang singkat di daerah conscious, dan segera tertekan kedaerah perconscious atau unconscious, begitu orang memindah perhatiannya ke yang lain.
b)   Prasadar (Preconscious)
Disebut juga ingatan siap (available memory), yakni tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tak sadar.Isi preconscious berasal dari conscious dan clanunconscious. Pengalaman yang ditinggal oleh perhatian, semula disadari tetapi kemudian tidak lagi dicermati, akan ditekan pindah ke daerah prasadar. Di sisi lain, isi-materi daerah taksadar dapat muncul ke daerah prasadar. Kalau sensor sadar menangkap bahaya yang bisa timbul akibat kemunculan materi tak sadar materi itu akan ditekan kembali ke ketidaksadaran. Materi taksadar yang sudah berada di daerah prasadar itu bisa muncul kesadaran dalam bentuk simbolik, seperti mimpi, lamunan, salah ucap, dan mekanisme pertahanan diri.
c)    Tak Sadar (Unconscious)
Tak sadar adalah bagian yang paling dalam dari struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dari jiwa manusia.Secara khusus Freud membuktikan bahwa ketidaksadaran bukanlah abstraksi hipotetik tetapi itu adalah kenyataan empirik. Ketidaksadaran itu berisi insting, impuls dan drives yang dibawa dari lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatik (biasanya pada masa anak-anak) yang ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah taksadar. Isi atau materi ketidaksadaran itu memiliki kecenderungan kuat untuk bertahan terus dalam ketidaksadaran, pengaruhnya dalam mengatur tingkahlaku sangat kuat namun tetap tidak disadari.
Model perkembangan psikoanalisis dasar, yang terus-menerus dimodifikasi oleh Freud selama 50 tahun terakhir hidupnya, terdiri atas tiga komponen pokok; (1) satu komponen dinamik atau ekonomik yang menggambarkan pikiran manusia sebagai sistem energi yang cair; (2) satu komponen struktural atau topografik berupa sebuah sistem yang memiliki tiga struktur psikologis berbeda tetapi saling berhubungan dalam menghasilkan perilaku; dan (3) satu komponen sekuensial (urutan) atau tahapan yang memastikan langkah maju dari satu tahap perkembangan menuju tahap lainnya, yang terpusat pada daerah-daerah tubuh yang sensitif, tugas-tugas perkembangan, dan konflik-konflik psikologis  tertentu

2. Kecemasan (anxiety)
           Kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Ada tiga jenis kecemasan
1)      kecemasan realistik (realistic anxiety)
adalah takut kepada bahaya yang nyata ada di dunia luar. Kecemasan ini menjadi asal muasal timbulnya kecemasan neurotik dan kecemasan moral.
2)      kecemasan neurotik (neurotic anxiety)
adalah ketakutan terhadap hukuman yang bakal diterima dari orang tua atau unsur penguasa lainnya kalau seseorang memuaskan insting dengan caranya sendiri, yang diyakininya bakal menuai hukuman.
3)       kecemasan moral (moral anxiety)
kecemasan moral timbul ketika orang melanggar standar nilai orang tua. Perbedaan kecemasan moral dan kecemasan neurotik adalah  perbedaan prinsip yakni : tingkat kontrol ego. Pada kecemasan moral orang tetap rasional dalam memikirkan masalahnya berkat enerji superego, sedangkan pada kecemasan neurotik orang dalam keadaan distres-terkadang panik-sehingga mereka tidak dapat berpikir jelas dan enerji id menghambat penderita kecemasan neurotik membedakan antara khayalan dengan realita.

3. Analisis Mimpi
Analisis mimpi adalah sebuah prosedur yang penting untuk menyingkap bahan yang tak disadari dan memberikan kepada klien pemahaman atas beberapa area masalah yang tidak terselesaikan.Freud memandang mimpi-mimpi sebagai â€Å“jalan istimewa menuju ketidaksadaran, sebab melalui mimpi-mimpi itu hasrat-hasrat, kebutuhan-kebutuhan, dan ketakutan-ketakutan yang tak disadari diungkap.

 Mimpi-mimpi memiliki dua taraf isi, yaitu laten dan isi manifes. Isi laten terdiri atas motif-motif yang disamarkan, tersembunyi, simbolik dan tak disadari. Karena begitu mengancam dan menyakitkan, dorongan-dorongan seksual dan agresif tak sadar yang merupakan isi laten ditransformasikan ke dalam isi manifes yang lebih dapat diterima, yakni impian sebagaimana yang tampil pada si pemimpi. Proses transformasi is laten mimpi ke dalam isi manifes yang kurang mengancam itu disebut kerja mimpi. Tugas analis adalah menyingkap makna-makna yang disamarkan dengan mempelajari simbol-simbol yang terdapat pada isi manifes mimpi, selama jam analitik, analis bisa meminta klien untuk mengasosiasikan secara bebas sejumlah aspek isi manifes impian guna menyingkap makna-makna yang terselubung.
a)  Analisis dan Penafsiran Resistensi
Resistensi adalah sesuatu yang melawan kelangsungan terapi dan mencegah klien mengemukakan bahan yang tak disadari. Freud memandang resistensi sebagai dinamika tak sadar yang digunakan oleh klien sebagai pertahanan terhadap kecemasan yang tidak bisa dibiarkan, yang akan meningkat jika klien sadar atas dorongan-dorongan dan perasaan-perasaan depresi itu. Resistensi ditunjukkan untuk mencegah bahan yang mengancam memasuki ke kesadaran, analis harus menunjukannya, dan klien harus menghadapinya jika dia mengharapkan bisa menangani konflik-konflik secara realistis.
Resistensi-resistensi bukanlah hanya sesuatu yang harus diatasi.Karena merupakan perwujudan dari pendekatan-pendekatan defensif klien yang biasa dalam kehidupan sehari-harinya, resistensi-resistensi harus dilihat sebagai alat bertahan terhadap kecemasan, tetapi menghambat kemampuan klien untuk mengalami kehidupan yang lebih memuaskan.

b)  Analisis dan Penafsiran Transferensi
     Transferensi mengejawantahkan dirinya dalam proses terapeutik ketika berhadapan dengan urusan yang tak selesai (unfinished business) di masa lampau klien dengan orang-orang yang berpengaruh yang menyebabkan subyek mendistorsi masa sekarang dan bereaksi terhadap analis sebagaimana bereaksi terhadap ibu atau ayahnya.

Analisis transferensi adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi. Penafsiran hubungan transferensi juga memungkinkan klien mampu menembus: konflik-konflik masa lampau yang tetap dipertahankannya hingga sekarang dan yang menghambat pertumbungan emosionalnya. Singkatnya efek-efek psikopatologis dari hubungan masadini yang tidak diinginkan, dihambat oleh penggarapan atas konflik emosional yang sama yang terdapat dalam hubungan terapeutik dengan analis.

  
4.      Analisis Kasus

Penulis memiliki teman dekat dimana dari kecil dia adalah anak yang penakut akan hal-hal gaib, sehingga semasa kecil dia selalu takut untuk menonton film seram. Ditambah lagi mendengar cerita seram dari orang-orang terdekatnya.Namun hal itu tetap dia lakukan sampai-sampai dia pernah terbawa mimpi akibat menonton film seram yang menyebabkan dia mengompol karena rasa takut yang dia rasakan.
Disamping itu dia juga termasuk anak yang sangat aktif dalam melakukan suatu aktivitas. Setiap pulang sekolah ia suka bermain, yang seharusnya tidur siang, sehingga keinginan untuk bermain sering tertunda. Jika ayahnya tidak dirumah dia suka bermain, begitu pula sebaliknya. Jika beliau ada dirumah pastinya ia tidak boleh keluar dan disuruh tidur siang.
Ini adalah kasus yang dialami “A” saat umur 6-10 tahun. Sehingga pada tahun-tahun tersebut perkembangan psikisnya mengalami gangguan yang menyebabkan dirinya berprilaku sama pada tahun sebelumnya (terjadi regresi) atau ketakutan berlebih yang lama kelamaan bisa jadi traumatic pada pengalaman masa lalunya.

Kasus yang subjek alami adalah regresi yang memunculkan reaksi yaitu mengompol sewaktu berusia 6-10 tahun akibat rasa takut akan hal-hal gaib dan tertundanya melakukan aktivitas yang aktif seperti bermain hingga terbawa mimpi. Kasus tersebut penulis hubungkan dengan teori Psikoanalisis oleh Sigmund freud khususnya mengenai Kecemasan dan Analisis mimpi.

Sikap nya menunjukan atau berperilaku seperti cemas akan hal berlebih disitu penulis bisa meghubungkan kasus ini dengan teori kecemasan oleh Freud yaitu Kecemasan Moral.Kecemasan menurut freud adalah Kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Seperti yang teman penulis alami yaitu kecemasan yang dia rasakan saat tidur dan bermimpi dan takut terhadap hal gaib yang ia piker bisa membahayakan diri nya.

Disini kecemasan realistik (realistic anxiety) adalah takut kepada bahaya yang nyata ada di dunia luar.Kecemasan ini menjadi asal muasal timbulnya kecemasan neurotik dan kecemasan moral. Mungkin yang teman penulis alami masuk dengan kecemasan realistic dan kecemaan moral, takut akan hal gaib atau bisa dibilang dunia luar yang beda dari dunia manusia.

Lalu kasus ini penulis hubungkan juga dengan teori analisis mimpi.Freud menjelaskan bahwa analisis mimpi dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi, pemimpi dalam kehidupan nyata.Terutama peristiwa yang terjadi pada hari sebelumnya, sebagian besar mencerminkan interprestasi mimpinya ketakutan, keinginan dan emosi yang ada dalam pikiran bawah sadar kita. Bahkan mimpi negative dapat ditafsirkan sebagi peristiwa yang pemimpi berharap tidak akan terjadi. Hal ini terjadi pada teman penulis tersebut karna setiap menonton dan mendengar hal-hal yang gaib membuat dirinya ketakutan hingga terbawa kedalam mimpi dan mengompol yang tidak dia harap akan terjadi.

Definisi mimpi menurut freud, mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur. Baginya, mimpi adalah ekspresi yang terdistrosi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang terlarang diungkapkan dalam keadaan terjaga. Analisis mimpi digunakan oleh freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam bawah sadar.

  


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Subjek mengalami fenomena regresi disebabkan oleh pengalaman traumatis sebelumnya yang terjadi pada saat kecil.,  Reaksi regresi tersebut muncul dalam bentuk mengompol dan kecemasan berlebih. Regresi berupa mengompol tersebut bukan merupakan hal yang normal atau wajar karena subyek sudah dewasa. Subyek merasa takut dan mengalami kecemasan berlebih pada saat tidur dan mengalami mimpi buruk. Subyek takut dengan makhluk gaib yang sering subyek tonton di televisi.
Subyek merasa takut pada hal gaib karena merasa dirinya akan terancam oleh dunia luar. Hal ini terkait dengan teori kecemasan moral. Kecemasan itu timbul karena subyek merasa bersalah telah melanggar perintah orang tuanya untuk tidak melihat film horror. Hingga ia tidur pun masih terbawa mimpi akan hal yang menakutkan itu. Jika dikaitkan oleh teori yaitu oleh teori Analisis mimpi oleh Freud dimana hal-hal yang ditekan akan muncul dalam bentuk mimpi.

B.     Saran
Saran penulis untuk kasus regresi yang dialami oleh subjek adalah melakukan pemulihan dengan hypnotheraphy untuk menetralisir regresi pada subjek, dan juga harus didukung oleh keluarga, teman dan masyarakat agar pemulihannya menjadi lebih cepat.
Target utama adalah untuk menghilangkan atau meminimalisasi kecemasan yang dialami oleh subyek. Jika kecemasan itu sudah diminimalisir, diharapkan bentuk regresi (berupa perilaku mengompol) dapat dihilangkan.
Yang terpenting adalah menghilangkan sikap atau perilaku menghina pada subyek. Misalnya sudah dewasa masih mengompol. Stigma negative akan memperkuat gangguan kecemasan subyek.

DAFTAR PUSTAKA

Feist, Jess. George J, Feist. 2010. Theoris of Personality. Salemba Humanika : Jakarta.



Jumat, 09 Januari 2015

PUBLIKASI ONLINE > Hal-hal yang menjadi perhatian dalam membuat publikasi di internet

Kelompok 7

NPM
NAMA
KINERJA
ALAMAT BLOG
10513490
Ainul Mardzia R
Mencari Referensi
10513755
Amalia Domas P S
Menyusun & Mencari Referensi
13513665
Gea Yassenia
Mencari Referensi
                                                         
14513473
Irfan Azhar
Mencari Referensi
irfanazhar94.blogspot.com
18513435
Shelly
Mencari Referensi
18513262
Sarah Kusuma
Mencari Referensi
sarahkusumadewi20.blogspot.com













PUBLIKASI ONLINE

A.    Pengertian Publikasi

Menurut Wikipedia publikasi adalah membuat konten yang diperuntukkan untuk publik atau umum. Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi di masing-masing Negara, biasanya diterapkan dalam bentuk teks, gambar atau konten audio visual lainnya di media apapun termasuk kertas (surat kabar, majalah, katalog, dan lain-lain) atau bentuk
penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.

Definisi publikasi menurut hukum dan hak cipta adalah sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umum nya adalah pemilik awal dan suatu hak cipta bagi pekerjaan nya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak eksklusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya



B.     Syarat dan Etika Publikasi Online

Publikasi Online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online atau diterbitkan atau di umumkan dalam dunia internet melalu media elektronik baik melalui komputer, laptop atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online, banyak sekali manfaat dari publikasi online ini apalagi di jaman sekarang yang rata-rata masyarakat diseluruh dunia dapat terhubung atau menggunakan internet untuk alat mencari atau bertukar informasi, banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi online misalnya berjualan atau memasarkan produk-produk baru atau produk bekas sekalipun banyak juga perusahaan atau hanya sekedar home production yang dipasarkan melalui publikasi online, semua itu sangat bermanfaat dan lebih mengirit biaya karena biayanya relatif murah dan lumayan bagus karena tidak hanya masyarakat dalam negeri saja bahkan dunia pun bisa tahu saat kita mulai menggunakan publikasi onlien ini. Maka dari itu publikasi online sangat berguna untuk kita di jaman modern dan serba cepat ini.
Berikut ini beberapa syarat dan etika dalam publikasi online :
1.      Perhatikan dalam penggunaan huruf kapital
 Jangan menggunakan huruf kapital sembarangan karena, menggunakan huruf kapital yang tidak tepat dapat disalah artikan oleh para pengguna internet lainnya. Misalnya penggunan huruf kapital yang tidak tepat mencerminkan seseorang yang sedang marah, biasanya penggunaan huruf kapital digunakan untuk sebuah singkatan atau nama sebuh badan atau organisasi. 

2.      Hati-hati terhadap informasi yang kita terima
  Lewat internet kita bisa mendapatkan informasi sebanyak banyaknya, baik itu spam, berita hoax dan lain-lain. Untuk itulah coba cari referensi sumber berita yang terpercaya atau carilah sumber referensi lain jika anda ingin mengetahui apakah informasi yang anda terima itu benar atau tidak. 

3.      Penggunaan "cc" di e-mail 
Sebagian dari pengguna e-mail bisa jadi adalah orang awam yang kurang paham atau jarang sekali menggunakan e-mail. Jika orang tersebut adalah anda, maka jangan mencantumkan nama-nama pada kolom "cc" pada form pengirim e-mail. Karena jika melakukan hal tersebut semua orang yang menerima e-mail anda bisa melihat alamat-alamat email orang lain. Untuk itu gunakan selalu "BCC" agar setiap orang bisa melihat e-mail nya sendiri. 

4.  Penggunaan format HTML
   Dalam pengiriman sebuah e-mail, jangan sekali-sekali membuat format HTML jika kita tidak yakin apakah orang yang menerima email kita bisa membaca kode HTML. 

5. Pengiriman file atau attachment di e-mail 
Jangan sembarangan dalam men-attach file lewat e-mail. Perhatikan size file yang akan kita attach, jangan sampai terlalu besar karena akan berdampak kepada si penerima e-mail kita. Solusinya, cobalah sebelum meng-attach file yang akan kita kirim di kompres terlebih dahulu agar ukuran file nya bisa di minimalisir. 

6. Penggunaan kutipan
Biasanya jika kita aktif di forum maka anda akan melihat komentar orang yang disertai dengan kutipan dari postingan orang yang di komentari tersebut. Terkadang kita juga melihat komentar orang yang mengambil keseluruhan postingan orang yang dikomentari. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat, kenapa? karena dengan seperti itu akan mengakibatkan bandwith server menjadi berat dan akses untuk membuka postingan tersebut menjadi lama karena komentar yang menjadi panjang akibat kutipan-kutipan yang tidak perlu. 

7. Private message
  Yang namanya private tentunya bukan menjadi bahan untuk publik. Oleh karena itu, ada baiknya kita jangan mengumbar private massage ke area publik. Selain itu, informasi-informasi yang bersifat privasi sebaiknya disampaikan lewat private message. 

8. Sumber dari informasi yang kita sampaikan 
   Jika kita membuat suatu postingan di blog yang sumber tulisan tersebut berasal dari tulisan dan postingan orang lain, ada baiknya kita mencantumkan sumber tulisan tersebut. Karena ibaratnya tulisan itu seperti sebuah karya seni. Apabila kita menyebarluaskan tanpa sepengetahuan si penulis maka ibarat nya seperti kita mengakui karya orang lain sebagai karya kita sendiri. 

9. Hindari personal attack 
    Sering kali dalam forum di dunia maya terdapat debat-debat antara sesama pengguna internet. Terkadang hal tersebut bisa memanas sehingga kosa kata yang disampaikan tidak sopan. Meski begitu jangan sekali-sekali menggunakan kelemahan lawan debat anda sebagai senjata anda untuk memenangkan debat, karena hal tersebut akan menunjukkan bahwa betapa dangkalnya pengetahuan anda. 



·      Ada beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam publikasi di internet antara lain:
1. Pengguna jasa internet sebagian besar berasal dari berbagai macam negara yang  berbeda, memiliki adat, budaya serta bahasa yang pastinya juga berbeda-beda.
2.  Pengguna jasa internet adalah orang-orang yang hidup dalam dunia maya, dunia yang tidak mengharuskan seseorang mempublikasikan identitas aslinya dalam berinteraksi.
3. Banyaknya berbagai macam fitur dalam internet pun memungkinkan seseorang bertindak criminal, contoh kecil misalnya iseng memblokir akun jejaring social seseorang.
4.  Harus diperhatikan , bahwa pengguna jasa internet akan terus bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya pengguna baru di dunia maya.

C.    Tips yang diperlukan untuk publikasi online :
Mencantumkan sumber dari mana kita dapatkan teori yang menunjang pada tulisan yang dibuat.
  1. Meminta izin.
  2. Menulis tulisan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Tidak memposting tulisan atau hal-hal yang bersifat pornografi, menghina, mencemarkan nama baik dsb.
  4. Penulisan artikel yang baik dan sesuai dengan tata cara kesopanan dalam penggunaan internet seperti yang terdapat di blog- blog, antara lain :
  5. Tampilan karya menarik (tidak terlalu kaku)
  6. Mudah di mengerti
  7. Jangan mencheat karya tulisan orang lain
  8. Harus sesuai etika dan norma-norma
  9. Dapat memberi inspirasi
  10. Memberi manfaat bagi pembaca
  11. Penulisan daftar pustaka dari internet
Demikian lah beberapa penjelasan dan contoh dari etika dalam melakukan publikasi online. Dengan kita mengetahui adanya etika dalam melakukan publikasi online semoga kita menjadi bijak dalam menggunakan teknologi tersebut. 

Referensi :



 
Powerpuff Girls - Blossom